Doa Makan Sesuai Sunnah: Panduan Lengkap Adab & Keberkahannya
Pernahkah Anda merasa sudah makan banyak, tapi tubuh tetap lemas atau hati terasa tidak tenang? Dalam Islam, makan bukan sekadar kegiatan biologis untuk mengenyangkan perut. Ada dimensi spiritual yang menentukan apakah makanan tersebut menjadi energi positif atau sekadar lewat begitu saja. Kuncinya terletak pada doa makan sesuai sunnah.
Artikel ini akan mengupas tuntas bacaan doa yang sahih, adab-adab penting saat makan, hingga kesalahan umum yang sering kita lakukan tanpa sadar. Dengan mengikuti panduan ini, Anda tidak hanya mendapatkan nutrisi, tapi juga pahala dan keberkahan di setiap suapan.
Pentingnya Mengikuti Adab Makan Rasulullah SAW
Bagi seorang Muslim, mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW adalah jalan menuju kecintaan Allah. Makan dengan cara yang benar memastikan setan tidak ikut berpesta bersama kita. Rasulullah mengajarkan bahwa keberkahan turun di tengah-tengah makanan, maka mulailah dengan menyebut nama Allah.
1. Doa Sebelum Makan: Mana yang Paling Sahih?
Banyak dari kita terbiasa dengan doa "Allahumma bariklana...". Namun, jika merujuk pada hadis-hadis yang paling kuat (sahih), bacaan yang diperintahkan Rasulullah sangatlah ringkas dan mudah.
Bacaan Basmalah
Berdasarkan hadis dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah Ta’ala (membaca Bismillah)."
Cukup dengan mengucapkan "Bismillah" (Dengan menyebut nama Allah), Anda sudah menjalankan sunnah yang paling utama.
2. Bagaimana Jika Lupa Membaca Doa di Awal?
Manusia adalah tempatnya lupa. Jika Anda sudah terlanjur mengunyah beberapa suapan dan baru ingat belum berdoa, jangan khawatir. Islam memberikan solusinya.
Doa Saat Lupa Makan
Segera ucapkan:
Bismillahi fii awwalihi wa aakhirihi
Artinya: "Dengan nama Allah di awal dan di akhirnya." (HR. Abu Dawud & Tirmidzi).
Langkah ini dilakukan agar setan memuntahkan kembali bagian makanan yang sempat ia ambil karena kelalaian kita menyebut nama Allah.
3. Adab Menggunakan Tangan Kanan
Ini adalah salah satu poin krusial dalam doa makan sesuai sunnah. Rasulullah sangat tegas melarang makan dan minum dengan tangan kiri karena itu adalah cara makan setan.
Tips Praktis: Jika Anda sedang memegang benda lain, pastikan tangan kanan tetap bebas untuk suapan makanan. Jika tangan kanan sedang kotor (selain karena makanan), bersihkan dulu sebelum makan.
4. Larangan Mencela Makanan
Seringkali kita secara spontan berkata, "Duh, keasinan!" atau "Kok rasanya aneh ya?". Tahukah Anda bahwa Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan?
Solusinya: Jika beliau menyukai makanan tersebut, beliau memakannya. Jika tidak suka, beliau meninggalkannya tanpa mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hati orang yang memasaknya. Ini adalah bentuk syukur atas rezeki yang ada.
5. Makan dari Pinggir Piring
Keberkahan makanan turun di bagian tengah. Oleh karena itu, mulailah makan dari bagian yang paling dekat dengan Anda (pinggiran) dan jangan langsung menyerbu bagian tengah piring.
6. Mengambil Makanan yang Terjatuh
Sunnah yang satu ini sering dianggap remeh karena alasan higienis. Padahal, Rasulullah memerintahkan untuk mengambil makanan yang jatuh, membersihkan kotoran yang menempel, lalu memakannya.
"Janganlah ia biarkan makanan itu untuk setan." (HR. Muslim).
Tentu saja, ini berlaku jika makanan jatuh di tempat yang masih memungkinkan untuk dibersihkan (seperti lantai rumah yang bersih). Jika jatuh di tempat najis, tentu tidak perlu dipaksakan.
7. Menjilat Jari Setelah Makan
Sebelum mencuci tangan atau mengelapnya dengan tisu, disunnahkan untuk menjilat jari-jemari (jempol, telunjuk, dan jari tengah). Kita tidak pernah tahu di butiran nasi mana letak keberkahan itu berada. Ini juga mengajarkan kita untuk tidak mubazir.
8. Posisi Duduk yang Benar Saat Makan
Rasulullah tidak makan sambil bersandar. Posisi duduk yang disarankan adalah:
Duduk di atas kaki kiri dan menegakkan kaki kanan (seperti posisi ifitirasy).
Atau duduk dengan kedua lutut di lantai.
Posisi ini secara medis juga membantu ruang perut tidak terlalu tertekan, sehingga pencernaan bekerja lebih optimal.
9. Larangan Meniup Makanan Panas
Seringkali kita tidak sabar dan meniup sup atau kopi yang masih panas. Secara medis, meniup makanan bisa memindahkan bakteri dari mulut ke makanan. Secara syariat, kita dilarang bernapas di dalam wadah atau meniupnya. Cukup tunggu sampai suhunya turun secara alami.
10. Makan Berjamaah (Bersama-sama)
Makan sendirian memang praktis, tapi makan bersama keluarga atau teman jauh lebih berkah. Rasulullah bersabda bahwa makanan untuk dua orang cukup untuk tiga orang, dan makanan tiga orang cukup untuk empat orang. Kebersamaan mengundang rahmat Allah.
11. Doa Sesudah Makan: Ungkapan Syukur Terbaik
Setelah selesai, jangan langsung beranjak. Ucapkanlah syukur dengan doa yang diajarkan Nabi:
Alhamdulillahilladzi ath’amanaa wa saqaanaa wa ja’alanaa muliimiin
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, serta menjadikan kami termasuk golongan orang-orang muslim."
Atau bacaan yang lebih ringkas: Alhamdulillah.
12. Mencuci Tangan dan Menjaga Kebersihan
Setelah semua prosesi makan selesai, cuci tangan hingga bersih. Kebersihan adalah bagian dari iman, dan sisa lemak di tangan bisa mengundang penyakit atau kuman jika tidak dibersihkan dengan benar.
Kesalahan Umum Saat Makan yang Harus Dihindari
Banyak orang menganggap remeh hal-hal berikut, padahal bisa menghilangkan keberkahan:
Makan Sambil Berdiri: Kecuali dalam keadaan darurat, usahakan selalu duduk.
Berbicara Hal Buruk: Saat makan sebaiknya membicarakan hal yang baik atau diam menikmati rezeki.
Menyisakan Makanan: Mengambil porsi terlalu banyak lalu dibuang adalah perbuatan mubazir (saudara setan).
Studi Kasus Sederhana: Keberkahan dalam Porsi Kecil
Ada sebuah keluarga yang terbiasa makan di satu tumpeng besar secara bersama-sama. Meski lauknya sederhana, mereka merasa kenyang dan suasana hati menjadi harmonis. Bandingkan dengan orang yang makan mewah sendirian sambil bermain ponsel; seringkali muncul rasa kurang dan tidak puas. Inilah bukti nyata keberkahan dari penerapan sunnah.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apakah boleh membaca doa "Allahumma bariklana"? Boleh. Doa tersebut baik maknanya (meminta berkah). Namun, untuk mengikuti sunnah yang paling dasar dan kuat secara riwayat, cukup awali dengan "Bismillah".
Kenapa harus tangan kanan? Karena tangan kanan diasosiasikan dengan kemuliaan dan kebaikan, sedangkan tangan kiri digunakan untuk urusan bersuci (istinja). Rasulullah ingin membedakan cara makan umatnya dengan cara makan setan.
Bagaimana jika makan menggunakan sendok? Tetap gunakan tangan kanan untuk memegang sendok. Menggunakan alat makan diperbolehkan dalam Islam dan tidak menyalahi sunnah selama adab lainnya tetap dijaga.
Bolehkah makan sambil menonton TV atau HP? Secara hukum asal boleh, namun hal ini bisa mengurangi kekhusyukan dalam bersyukur dan menghargai makanan. Sebaiknya fokus pada makanan agar Anda tahu kapan merasa kenyang (mindful eating).
Apa yang dilakukan jika tuan rumah menghidangkan makanan yang kita benci? Cukup jangan dimakan tanpa perlu mengeluarkan komentar negatif. Jika ditanya, jawablah dengan sopan bahwa Anda sedang tidak ingin memakannya.
Kesimpulan
Menerapkan doa makan sesuai sunnah bukan hanya tentang menghafal kalimat, tapi tentang membangun kesadaran bahwa setiap butir nasi yang kita makan adalah pemberian Allah. Dengan memulai dengan Bismillah, makan dengan tangan kanan, dan menutup dengan Alhamdulillah, kita telah mengubah kegiatan rutin menjadi ibadah yang bernilai pahala.
Mulai hari ini, cobalah untuk lebih tenang saat makan, ikuti langkah-langkah di atas, dan rasakan perbedaannya pada ketenangan hati dan kesehatan tubuh Anda.
Apakah Anda sudah siap mempraktikkan sunnah makan hari ini? Jika artikel ini bermanfaat, jangan ragu untuk membagikannya kepada keluarga tercinta!
